CLBK
(Cinta Lama Baru Kelar)
Senja tlah meninggalkan ku dan
malampun menyapa ku. Dibalik tirai cendela kamar, aku tak sadar sedang
melamunkan sesuatu. Entah apa yang sedang aku fikirkan. Mungkin sosok lelaki
yang membuat jantung ini bergetar saat melihatnya. Lucky Cahya Putra, ya dialah
cowok yang pertama kali membuat ku seperti ini. Aku tak mengenalnya, begitu
pula dia. Namun aku sering melihatnya. Tahu namanya pun bukan dari aku berkenalan
dengannya melainkan dari Ika temanku.
Sore itu saat aku hendak pergi ke
rumah Ika, aku bertemu dengan Lucky di jalan. Ingin rasanya aku menyapa, tapi
aku malu. Ya, meski hanya melihatnya saja hatipun sudah terasa senang.
Sampainya di rumah Ika aku tak berani untuk bercerita, karna aku takut bila
nantinya dia bilang sama cowok itu. Saat mengerjakan tugas disana aku tak
fokus, karna masih terbayang oleh cowok yang membuatku salah tingkah.
Dan pada akhirnya kepulanganku diantar
oleh Ika, pas di depan rumah Lucky, Ika menyapanya dan saat itu pula aku baru
tahu kalau sebenarnya Lucky adalah saudara sepupuh Ika. Sempat aku kaget tapi
ada rasa senang pula. Mungkin dengan adanya hubungan saudara dari mereka aku
bisa dekat dengan Lucky cowok yang selama ini aku sukai. Namun setelah aku
sampai rumah, aku berfikir tentang hal itu. “Mana mungkin aku dulu yang
mengajak dia kenalan? Aku kan cewek? Gengsi lah..” dan aku memutuskan untuk diam-diam
saja menyukai dia.
Kenaikan kelas pun tlah tiba dan saat
itu juga aku pisah kelas dengan Ika. Aku jarang bermain dengannya dan tentu
saja aku tak pernah melihat Lucky cowok yang aku taksir selama ini. Aku tak
tahu kini dia sekolah dimana. Beberapa bulan tlah ku jalani hari-hari dengan
rasa yang biasa saja, yang tak seperti dulu. Kini tak ada yang membuat
jantungku bergetar, membuatku salah tingkah. Dan akupun mulai tak memikirkannya
lagi. Apa rasa suka ini tlah hilang atau bagaimana akupun tak tahu. Yang jelas
cowok itu tak lagi melintas dalam otak ku.
Tibalah saat kelulusan sekolah. Dan
kini aku melanjutkan SMA ku diluar kota. Dan kini benar-benar aku sudah lupa
dengan Lucky. Di sekolah ku sekarang aku sudah mulai berdaptasi dengan
lingkungan yang baru, kehidupan sosial yang benar-benar berbeda dengan tempat
tinggal ku yang dulu. Meski begitu aku jalani hidup ini layaknya air mengalir.
Tak disangka aku sudah satu tahun hidup disini, berpisah dengan orang tua ku.
Dan kini aku menjadi siswi kelas XI SMA.
Saat liburan panjang aku menyempatkan
untuk pulang ke kampung halaman ku. Terasa senang karena bisa berkumpul dengan
keluarga dan juga teman-teman ku. Malam itu aku sedang jalan dengan teman
lelaki ku. Dia bercerita tentang temanya yang tak ku sangka ternya temannya itu
adalah Lucky cowok yang pernah aku suka. Sejak itulah aku mulai mengingatnya.
Mulai terbayang lagi sosok yang pernah membuat aku salah tingkah. Beberapa
minggu aku di rumah, aku sempat melihat Lucky. Dan hati ini pun mulai deg
degan. Jatung mulai begetar dan bingung harus melakukan apa. Aku dengar-dengar
Lucky melanjutkan sekolahnya di luar kota juga. Namun waktu ku dirumah tlah
selesai dan aku harus kembali ketempat dimana aku menuntut ilmu.
Hari pertama aku kembali, ada kejutan
yang tak aku duga sebelumnya, ya! Lucky mengirim sebuah pesan singkat kepada
ku. Aku tak tahu dia dapat nomor telepon ku dari mana. Dan itupun tak penting
bagi ku, yang terpenting adalah kini dia bisa dekat dengan ku. Setalah beberapa
hari aku smsan dengannya rasa suka ku mulai tumbuh lagi. Apalagi setelah
pertama kali dia menelpon ku. Senyam senyum sendiri layaknya orang gila di
pinggir jalan. Hal itulah yang sekarang aku rasakan. Namun, aku tak tahu Lucky
menyukai ku atau tidak, tapi sepertinya dia memberikan kode balasan dari rasa
ku ini.
Beberapa minggu ini aku jalani
hari-hari ku dengan hati yang sangat senang karna cowok idaman ku ini. Dan kami
pun semakin hari semakin dekat. Kami belum ada sebuah ikatan tapi rasanya sudah
melebihi orang pacaran. Setiap waktu smsan, sering telponan dan kami pernah
jalan bareng. Duduk berdua bahkan dia memegang tangan ku. Dan pada akhirnya dia
memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya. Dengan malu-malu aku
menjawabnya dan akhirnya kami jadian. Setelah beberapa tahun aku berpisah dan
rasa ku tak terbalas kini sesuatu yang pernah aku lamunkan terjadi nyata. Rasa
bahagia pun tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Sekarang aku bahagia dengan adanya
Lucky dihidupku. Kini ada semangat baru. Aku berharap hubunganku berjalan
lancar. Kami tak berharap untuk Happy Ending karena yang kami tahu kami tak
berakhir. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar