Selasa, 28 Oktober 2014

Cerpen

CLBK
(Cinta Lama Baru Kelar)

          Senja tlah meninggalkan ku dan malampun menyapa ku. Dibalik tirai cendela kamar, aku tak sadar sedang melamunkan sesuatu. Entah apa yang sedang aku fikirkan. Mungkin sosok lelaki yang membuat jantung ini bergetar saat melihatnya. Lucky Cahya Putra, ya dialah cowok yang pertama kali membuat ku seperti ini. Aku tak mengenalnya, begitu pula dia. Namun aku sering melihatnya. Tahu namanya pun bukan dari aku berkenalan dengannya melainkan dari Ika temanku.
          Sore itu saat aku hendak pergi ke rumah Ika, aku bertemu dengan Lucky di jalan. Ingin rasanya aku menyapa, tapi aku malu. Ya, meski hanya melihatnya saja hatipun sudah terasa senang. Sampainya di rumah Ika aku tak berani untuk bercerita, karna aku takut bila nantinya dia bilang sama cowok itu. Saat mengerjakan tugas disana aku tak fokus, karna masih terbayang oleh cowok yang membuatku salah tingkah.
          Dan pada akhirnya kepulanganku diantar oleh Ika, pas di depan rumah Lucky, Ika menyapanya dan saat itu pula aku baru tahu kalau sebenarnya Lucky adalah saudara sepupuh Ika. Sempat aku kaget tapi ada rasa senang pula. Mungkin dengan adanya hubungan saudara dari mereka aku bisa dekat dengan Lucky cowok yang selama ini aku sukai. Namun setelah aku sampai rumah, aku berfikir tentang hal itu. “Mana mungkin aku dulu yang mengajak dia kenalan? Aku kan cewek? Gengsi lah..” dan aku memutuskan untuk diam-diam saja menyukai dia.
          Kenaikan kelas pun tlah tiba dan saat itu juga aku pisah kelas dengan Ika. Aku jarang bermain dengannya dan tentu saja aku tak pernah melihat Lucky cowok yang aku taksir selama ini. Aku tak tahu kini dia sekolah dimana. Beberapa bulan tlah ku jalani hari-hari dengan rasa yang biasa saja, yang tak seperti dulu. Kini tak ada yang membuat jantungku bergetar, membuatku salah tingkah. Dan akupun mulai tak memikirkannya lagi. Apa rasa suka ini tlah hilang atau bagaimana akupun tak tahu. Yang jelas cowok itu tak lagi melintas dalam otak ku.
          Tibalah saat kelulusan sekolah. Dan kini aku melanjutkan SMA ku diluar kota. Dan kini benar-benar aku sudah lupa dengan Lucky. Di sekolah ku sekarang aku sudah mulai berdaptasi dengan lingkungan yang baru, kehidupan sosial yang benar-benar berbeda dengan tempat tinggal ku yang dulu. Meski begitu aku jalani hidup ini layaknya air mengalir. Tak disangka aku sudah satu tahun hidup disini, berpisah dengan orang tua ku. Dan kini aku menjadi siswi kelas XI SMA.
          Saat liburan panjang aku menyempatkan untuk pulang ke kampung halaman ku. Terasa senang karena bisa berkumpul dengan keluarga dan juga teman-teman ku. Malam itu aku sedang jalan dengan teman lelaki ku. Dia bercerita tentang temanya yang tak ku sangka ternya temannya itu adalah Lucky cowok yang pernah aku suka. Sejak itulah aku mulai mengingatnya. Mulai terbayang lagi sosok yang pernah membuat aku salah tingkah. Beberapa minggu aku di rumah, aku sempat melihat Lucky. Dan hati ini pun mulai deg degan. Jatung mulai begetar dan bingung harus melakukan apa. Aku dengar-dengar Lucky melanjutkan sekolahnya di luar kota juga. Namun waktu ku dirumah tlah selesai dan aku harus kembali ketempat dimana aku menuntut ilmu.
          Hari pertama aku kembali, ada kejutan yang tak aku duga sebelumnya, ya! Lucky mengirim sebuah pesan singkat kepada ku. Aku tak tahu dia dapat nomor telepon ku dari mana. Dan itupun tak penting bagi ku, yang terpenting adalah kini dia bisa dekat dengan ku. Setalah beberapa hari aku smsan dengannya rasa suka ku mulai tumbuh lagi. Apalagi setelah pertama kali dia menelpon ku. Senyam senyum sendiri layaknya orang gila di pinggir jalan. Hal itulah yang sekarang aku rasakan. Namun, aku tak tahu Lucky menyukai ku atau tidak, tapi sepertinya dia memberikan kode balasan dari rasa ku ini.
          Beberapa minggu ini aku jalani hari-hari ku dengan hati yang sangat senang karna cowok idaman ku ini. Dan kami pun semakin hari semakin dekat. Kami belum ada sebuah ikatan tapi rasanya sudah melebihi orang pacaran. Setiap waktu smsan, sering telponan dan kami pernah jalan bareng. Duduk berdua bahkan dia memegang tangan ku. Dan pada akhirnya dia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya. Dengan malu-malu aku menjawabnya dan akhirnya kami jadian. Setelah beberapa tahun aku berpisah dan rasa ku tak terbalas kini sesuatu yang pernah aku lamunkan terjadi nyata. Rasa bahagia pun tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

          Sekarang aku bahagia dengan adanya Lucky dihidupku. Kini ada semangat baru. Aku berharap hubunganku berjalan lancar. Kami tak berharap untuk Happy Ending karena yang kami tahu kami tak berakhir. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar